Skip to main content

Selamat Tinggal Bahagia Lama, Selamat Datang Bahagia Baru!

Oleh: SuharsoPada: 1/05/2018

Sebuah pesan WhatsApp berisi ucapan selamat mutasi mengejutkan saya saat masih berada di bus dalam perjalanan pulang kerja akhir tahun 2017 lalu. Nama saya tercantum dalam daftar mutasi. Meski mutasi buat saya hanya berarti pindah lantai dalam satu gedung yang sama, sesuatu yang tak rutin sifatnya tetap saja mengejutkan. Saya dipindahkan dari supporting unit tempat saya bekerja hampir setahun terakhir ini ke unit pelaksana tugas audit, yang boleh dibilang sebagai fungsi core business karena saya memang bekerja di kantor audit internal sebuah instansi pemerintah. Sepertinya saya akan kembali menjadi auditor. Iya, kembali saja. Sebab sebelumnya saya sudah pernah bertugas sebagai auditor sebelum akhirnya menjalani tugas belajar di Universitas Indonesia pada akhir 2015 sampai awal 201…

Sisi Gelap dan Terang Kemajuan Teknologi

Oleh: SuharsoPada: 12/29/2017

Pada masa sekarang ini, teknologi berkembang demikian pesat, bak derasnya air bah yang mengalir tak terbendung lagi. Keberadaannya terasa makin mendominasi dunia dan berpengaruh masif terhadap perubahan dan kemajuan peradaban. Perkembangan teknologi yang paling nyata dan mudah dirasakan adalah dalam hal otomatisasi mesin atau robot. Otomatisasi ini dirancang untuk mempermudah, mempercepat atau bahkan menggantikan pekerjaan-pekerjaan yang semula dilakukan oleh manusia. Industri pembuatan mobil, pabrik alat elektronik, industri kimia dan plastik, serta produksi makanan dan minuman dalam kemasan merupakan sebagian contoh nyata sektor yang telah banyak memakai teknologi otomatisasi dalam proses produksinya. Diperkirakan, penggunaan otomatisasi mesin atau robot ini akan makin meluas ke …

Singgah di Jembatan Barelang yang Megah

Oleh: SuharsoPada: 8/14/2017

Bulan Agustus ini saya mendapat kesempatan berkunjung ke Kota Batam. Bagi saya, ini merupakan kunjungan yang pertama. Kota yang dikenal sebagai tempat membeli barang-barang elektronik dengan harga murah ini mempunyai sebuah landmark yang cukup terkenal, yaitu jembatan Barelang. Dari hasil pencarian di internet, nama Barelang itu rupanya merupakan akronim dari Batam-Rempang-Galang, yaitu tiga pulau besar yang berada di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Sesuai namanya, konon jembatan ini dirancang untuk menghubungkan tiga pulau besar itu serta beberapa pulau kecil lainnya. Saya bersama teman-teman seperjalanan tertarik untuk menyaksikan secara langsung kemegahan ikon kota Batam yang sangat terkenal itu. Kami serombongan menyewa sebuah mobil Toyota Avanza untuk menuju lokasi yang kami …

Berbelanja Sepatu Impian

Oleh: SuharsoPada: 6/30/2017

Sudah lama saya mengincar sepatu merek Skechers. Sebetulnya saya sempat memilikinya sekira dua tahun lalu sebelum akhirnya raib saat sepatu itu saya tinggalkan di beranda masjid untuk menunaikan salat Jumat. Maklum, masjid di negeri ini kadang masih jadi ladang tangan-tangan jail. Ya sudahlah. Yang jelas, saya begitu terkesan dengan sepatu itu karena ia amat ringan dan nyaman saat dipakai. Karena itu saya sangat ingin kembali membeli sepatu merek itu untuk saya pakai bepergian atau beraktivitas santai menggantikan fungsi sandal. Sayangnya, keinginan itu selalu tertunda realisasinya karena banyaknya aktivitas, di samping memang isi kantong sedang diprioritaskan untuk kebutuhan yang lain. Akhirnya saya memantapkan niat untuk merealisasikan keinginan itu pasca lebaran tahun ini. Pil…

Bersahabat dengan Bosan

Oleh: SuharsoPada: 2/25/2017

Saat menjalani masa semester akhir kuliah S2 di Universitas Indonesia , saya pernah mengalami tekanan rasa bosan yang luar biasa. Bosan menghadapi mata kuliah yang materinya itu-itu saja. Bersamaan dengan menulis tesis, saya dihadapkan pada tiga mata kuliah yang kontennya mirip dan banyak bersinggungan. Tak enak juga mendengar hal yang sama dibahas berkali-kali! Apalagi jika sudut pandang dosen berbeda-beda dan kadang tidak jelas titik temunya. Ditambah pula tugas yang terus mengalir. Sekedar informasi, saya mengambil kuliah dengan status tugas belajar, yang berarti menjalankan tugas kuliah dengan meninggalkan dunia kerja sepenuhnya sampai dengan batas waktu kelulusan. Saya jadi membandingkan kondisi saat kuliah itu dengan kondisi saat masih aktif bekerja. Sewaktu bekerja, sele…

Selalu Bersyukur

Oleh: SuharsoPada: 2/21/2017

Hujan yang mengguyur tak kunjung henti sejak semalam membuat saya malas berangkat kerja pagi ini. Tapi status sebagai buruh negara memaksa saya untuk tetap berangkat. Ritual mandi dan berbenah saya lakukan dengan agak berat hati. Setelah membungkus sepatu kerja dan memasukkannya ke dalam tas, akhirnya saya berangkat juga dengan bersandal jepit. Untuk sekedar berlindung dari derasnya air hujan, saya buka payung warna army green yang selalu melengkapi isi tas gendong saya dari delapan tahun silam. Tanda-tanda kemacetan mulai terasa sejak saya menaiki angkutan kota (angkot) menuju pangkalan bus yang biasa saya tumpangi ke Jakarta. Beberapa jalan nampak tergenang air dan ada yang terlihat cukup tinggi genangannya. Kondisi seperti itu membuat angkot yang saya naiki pun memilih jalur yan…

Hikmah Kehilangan Dompet

Oleh: SuharsoPada: 2/10/2017

Pernahkah Anda kehilangan dompet? Bagaimana perasaan Anda? Tentu tidak enak, bukan? Beberapa hari yang lalu saya mengalaminya sendiri. Setelah seharian bepergian ke mal di hari Sabtu, saya menghabiskan waktu hari Minggu sepenuhnya di rumah bersama keluarga. Saya baru menyadari dompet hilang pada malam harinya ketika ingin mengambil uang untuk beli sampo dan pembersih muka yang kebetulan habis. Saat itulah saya mulai mencari dompet saya. Rasanya ada yang aneh ketika dompet itu tak ditemukan di meja kerja ataupun di tas saya. Meski sudah merenung panjang, saya tetap tak mampu mengingat kejadian terakhir saat saya memegang dompet itu. Setelah coba mencari ke sana kemari tak menemukannya juga, akhirnya saya pasrah. Saya menyimpulkan dompet itu telah hilang. Seperti yang dilakukan keb…

Dari Pengamen Ibu Kota

Oleh: SuharsoPada: 2/09/2017

Menjadi pengguna setia angkutan umum di ibu kota negeri ini memberikan kesan tersendiri bagi saya. Apanya yang berkesan? Salah satunya adalah pengamennya. Sejak saya mengenal Jakarta, rasanya pengamen sudah ada tapi belakangan ini saya perhatikan jumlahnya semakin banyak saja. Yang menyedihkan, di antara para pengamen itu tak sedikit yang masih berusia belia dan seharusnya masih menikmati indahnya dunia sekolah dan bermain. Sekali naik bus, saya bisa bertemu lebih dari empat atau lima pengamen yang naik turun bus. Bahkan kursi bus deretan belakang itu sering menjadi tempat antri para pengamen. Begitu selesai pengamen satu, dilanjutlah show pengamen-pengamen berikutnya dengan gayanya masing-masing. Ngamen saja ada antrinya... luar biasa ya! Mungkin ini cerminan ibu kota yang belum s…