Skip to main content

About

Oleh: SuharsoPada: 3/15/2020

Saya Suharso. Lahir di sebuah dusun kecil daerah pinggiran Wonogiri, Jawa Tengah. Lare nggunung, adoh ratu cedhak watu. Orang tua saya yang tani memang memberi saya nama cukup pendek. Nama tersebut termasuk jenis nama klasik pria Jawa tempo doeloe.

Meski begitu, saya bersyukur. Nama itu mudah diingat, tak terlalu berisiko salah tulis dalam administrasi, dan setidaknya memiliki kesamaan pola dengan nama Soekarno dan Soeharto. Mayoritas orang Indonesia pasti tahu dua nama itu. Keduanya adalah presiden dan pemimpin besar yang dibenci sekaligus dipuja dan sangat dirindukan.

Setelah menghabiskan masa kecil sampai SMA di Wonogiri, saya kuliah dan kini turut meramaikan ibu kota negara untuk menyambung hidup.

Konon, saya dikaruniai sifat rajin sehingga meski bertampang ndeso, saya [terlihat] pintar. Buktinya, peringkat kelas semasa SD, SMP, dan SMA saya tidak memalukan. Kuliah D3 dan D4 di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara [sekarang: Politeknik Keuangan Negara STAN] serta S2 di Universitas Indonesia pun bisa saya selesaikan dengan predikat cum laude.

Saya juga memegang tiga sertifikat keahlian berskala internasional–Certified Internal Auditor (CIA), Certification in Control Self-Assessment (CCSA), dan Certified Government Auditing Professional (CGAP)–dari The Institute of Internal Auditors.

Berkat semua itu, impian saya punya titel panjang kesampaian juga. Lebih panjang dari nama saya. Tapi apalah artinya? Nyatanya saat ini saya tetaplah sebagai manusia biasa.

Saya sering dikesankan sebagai orang yang serius, terutama oleh mereka yang belum kenal dekat. Padahal jika sudah dekat, jangan-jangan merekalah yang justru terlalu serius berpikir tentang saya.

Dari sisi kepribadian, sepertinya saya termasuk introvert. Karena itu jangan terlalu berharap menjumpai saya yang ramai nan gaul. Namun jangan kaget pula jika saya bisa jadi pembicara yang mengagumkan. Tidak percaya? Undang saja saya. Pasti Anda akan sangat titik-titik...

Saya adalah penikmat kedamaian, kenyamanan, dan kemapanan. Oleh sebab itu, ketakutan terbesar saya adalah pada jebakan situasi hidup nyaman, lalu terlena, terhenti tanpa perubahan, tanpa inovasi, dan tanpa kemajuan. Betul, saya pernah mengalaminya. Karena itu saya senang dengan kalimat pengingat ini:

Bangkitlah sebelum pikiran tertidur!

Terima kasih telah berkunjung ke blog suharso.net ini. Saya pilih nama blog yang sama dengan nama saya sebagai tanda bahwa blog ini bersifat personal. Sengaja, tak ada batasan tema tertentu agar ruang menulis tidak terasa sempit. Sekaligus, dengan tanpa batasan itu saya berharap semangat menulis jadi lebih mudah dibangkitkan kapan saja.

Saya ingin blog ini menjadi media belajar, bereksplorasi, serta menulis catatan dan perspektif tentang berbagai hal agar dapat menjadi rekaman yang kelak dapat ditengok kembali. Semoga ada jejak yang bermakna. Tentu saya juga berharap, blog ini dapat bermanfaat bagi sidang pembaca sekalian.

Selain blog ini, saya juga mengelola blog lain bertema audit dan akuntansi sektor publik yang dapat Anda kunjungi di klikharso.com.

Salam kenal dan selamat berselancar!