Skip to main content
suharso.net

follow us

Sekali Lulus Sertifikasi CGAP

Alhamdulillah. Satu lagi sertifikasi profesi berskala internasional berhasil saya lewati. Setelah melalui tiga jam ujian yang menguras energi pada Rabu (21/11/2018) lalu, saya dinyatakan lulus CGAP (Certified Government Auditing Professional) dari The Institute of Internal Auditors (IIA). Bersyukur juga, sekali ujian langsung lulus. Capaian ini melengkapi dua sertifikat profesi yang sudah saya miliki sebelumnya, yaitu CIA dan CCSA.

Begitu dinyatakan lulus dan menerima email IIA, saya langsung cek di website pengelolaan sertifikasi milik IIA. Dan benar saja. Saya sudah terdaftar sah sebagai CGAP sekaligus telah mendapat nomor sertifikat. Tinggal menunggu pengiriman sertifikat fisiknya dari IIA. Menurut keterangan yang saya peroleh dari narahubung IIA Indonesia, paling lambat 90 hari setelah dinyatakan lulus, sertifikat itu akan diterima oleh IIA Indonesia. Dan selanjutnya saya akan diberitahu. Asyiiikk…

Sebelum ujian, saya juga mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan (diklat) persiapan pada bulan Oktober lalu. Lima hari lamanya. Diklat tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bekerja sama dengan IIA Indonesia. Saya berkesempatan mengikuti diklat ini sebagai hadiah lomba penulisan inovasi pengawasan dalam rangka ulang tahun BPKP yang ke-35 tahun.

Kebetulan sekali. BPKP juga menyelenggarakan program diklat dan sertifikasi non JFA, salah satunya CGAP. Pembiayaannya diperoleh dari ADB. Targetnya adalah para APIP dari kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah. Karena itu saya mengikuti diklat persiapan bersama rekan-rekan auditor/APIP dari berbagai kementerian/lembaga yang berhasil lulus seleksi administrasi dari BPKP. Materi diklat tentu saja berkaitan langsung dengan tema-tema yang menjadi pokok ujian sertifikasi CGAP. Hari pertama sampai dengan hari keempat berisi penyampaian materi dan hari terakhir berisi latihan ujian sekaligus pembahasan soalnya.


Terima kasih kepada BPKP yang telah merancang program ini. Sebuah upaya meningkatkan kualitas auditor internal sektor pemerintahan yang patut diacungi jempol. Auditor internal memanglah profesi yang dituntut untuk terus mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan. Harapannya tentu berujung pada kerja yang betul-betul profesional. Kerja, kerja, dan kerja saja mungkin memang tak cukup. Harus ada profesionalitas yang tinggi!

Bagi saya, sertifikasi CGAP ini merupakan impian yang telah cukup lama saya nanti. Kenapa saya begitu tertarik untuk ikut sertifikasi CGAP? Tersebab, program sertifikasi ini dirancang khusus bagi auditor yang bekerja di sektor publik, yang tentu saja sangat cocok dengan pekerjaan saya. IIA sendiri sebagai pemilik program sertifikasi CGAP memandang bahwa auditor sektor publik memiliki kebutuhan yang unik. Lingkungan kerjanya amat berbeda dengan sektor swasta. Misalnya saja, auditor di pemerintahan harus mengikuti peraturan yang ada terkait penganggaran kegiatannya. Mereka juga tak luput dari kemungkinan tekanan politik dan tuntutan publik atas layanan dan kinerja instansi pemerintah yang diawasinya. Pengelolaan kinerja, pengelolaan SDM, dan penyediaan layanan publik oleh pemerintah memiliki kekhasan tersendiri. Karena itu, para auditor internal sektor publik selayaknya memahami dengan baik kondisi tersebut dan menyiapkan diri untuk menghadapi banyaknya tantangan di arena yang penuh tuntutan ini.

Memperoleh sertifikat CGAP rasanya memang jadi langkah awal yang tepat. Paling tidak, dengan memegang sertifikat tersebut, auditor sektor publik sudah menunjukkan komitmen yang kuat, memiliki pemahaman yang memadai, memiliki kredibilitas, dan tentu saja akan mendapatkan respek saat menjalankan tugas di lapangan.

Bagi Anda yang penasaran tentang apa saja isi sertifikasi CGAP, materi yang diujikan meliputi empat domain sebagai berikut:
Domain I: Standards, Governance, and Risk/Control Frameworks (10-20%)
Domain II: Government Auditing Practice (35-45%)
Domain III: Government Auditing Skills and Techniques (20-25%)
Domain IV: Government Auditing Environment (20-25%)

Setiap domain terdiri dari beberapa topik yang kriteria level pemahamannya diberi tanda proficiency (P) atau awareness (A). Jika suatu topik diberi tanda P artinya kita harus memiliki pemahaman menyeluruh dan mampu menerapkan konsep dalam topik tersebut dengan baik. Untuk topik bertanda A artinya cukup diperlukan pengetahuan atas terminologi dan konsep dasar terkait topik dimaksud.

Topik pada domain I adalah aneka standar audit sektor publik; konsep tata kelola sektor publik; kerangka kerja risiko dan pengendalian; serta masalah kode etik profesi audit. Topik domain II meliputi manajemen fungsi audit; jenis-jenis audit di sektor publik; dan proses pelaksanaan audit secara lengkap. Untuk domain III, topik yang dibahas adalah konsep dan teknik manajemen; pengukuran kinerja, metode kuantitatif dan kualitatif; penanganan masalah pelanggaran integritas; teknik riset/pemerolehan data; dan berbagai keahlian analitis. Selanjutnya pada domain IV kita akan menjumpai topik tentang manajemen kinerja; manajemen keuangan; implikasi dari berbagai pilihan metode layanan publik; implikasi dari pelaksanaan layanan publik, manajemen SDM sektor publik; serta keunikan model belanja dan pengadaan sektor publik.

Sebanyak 115 soal pilihan ganda harus dikerjakan dalam ujian selama hampir tiga jam tanpa jeda. Atau tepatnya 115 menit. Kira-kira satu menit per soal waktunya. Ujiannya berbasis komputer (computer based test). Diselenggarakan oleh IIA bekerja sama dengan jaringan global Pearson VUE.

Apa rahasianya agar bisa sekali lulus ujian CGAP? Bagi yang gemar menghafal, jurus ini tidak terlalu efektif untuk mengatasi soal ujian CGAP jika tak disertai dengan pemahaman konsepsi yang baik. Sebab, kebanyakan soalnya bersifat menguji pemahaman meski tetap dalam koridor topik yang sudah ditentukan. Jadi intinya adalah, "Pahami, pahami, dan pahami!" Berlatih mengerjakan contoh-contoh soal bisa berguna sepanjang tujuannya adalah memperkuat pemahaman, bukan untuk menghafal jawaban. Sangat sedikit contoh soal yang keluar sama persis di ujian. Pengalaman saya, Standar dan Kode Etik IIA adalah wajib untuk dipahami, sebab keduanya menjadi dasar semua materi yang ada.

Saat sudah menghadapi ujian, kuncinya adalah menjaga diri agar tetap tenang. Sebaiknya kita tidak langsung panik atau terjebak asyik memahami satu soal tertentu sementara soal yang lain tak sempat tersentuh. Pokoknya jangan baper melihat soal yang panjang atau jawabannya amat mirip karena kadang itu jebakan saja. Urutan soalnya juga acak. Tidak sama dengan urutan domain maupun topik-topiknya. Jangan khawatir juga ketika membuka soal langsung bertemu dengan pertanyaan yang sulit dijawab. Toh urutan soal tidak menunjukkan urutan tingkat kesulitannya. Artinya, bisa jadi kita akan menemukan pertanyaan yang mudah pada soal-soal berikutnya. Jangan sampai ada soal yang belum terjawab. Tak usah takut salah karena tidak ada nilai minus untuk jawaban salah. Jika belum yakin, tebak saja dulu.

Manfaatkan waktu ujian secara optimal untuk meninjau ulang! Walaupun kita bisa pilih mengakhiri ujian kapan saja saat waktu masih tersedia, tak usah sombong lah... Hehehe, apalah gunanya? Paling banyak hanya empat orang yang tahu kalau kita bisa selesai lebih cepat. Ruang ujian di Jakarta hanya cukup untuk berlima sekali waktu ujian.

Untuk metode penilaian ujian CGAP, jawaban yang benar akan dikonversi menjadi skor antara 250 sampai dengan 700. Kita tak pernah diberitahu berapa bobot nilai masing-masing soal. Yang jelas, batas skor minimal kelulusan adalah 600. Dan yang juga pasti, "Lebih baik berstatus hampir gagal daripada berstatus hampir lulus." Nah, jika lulus kita akan mendapat pernyataan “pass” tanpa diberitahu berapa skor yang kita peroleh. Mungkin IIA berbaik hati. Tak ingin menunjukkan bahwa sebetulnya kita lulus dengan nilai pas-pasan.

Bagaimana jika tidak lulus? Kita akan diberitahu skor yang diperoleh berikut penjelasan domain mana yang hasil ujiannya sudah baik maupun yang masih memerlukan perbaikan. Sesaat setelah waktu ujian berakhir, hasil ujian tersebut dapat langsung kita ketahui. Dan kita bisa langsung berjingkrak kegirangan, atau sebaliknya, makin puyeng begitu tahu ternyata tidak lulus. Eh, tapi tidak lulus itu bukan akhir segalanya ya... Kita bisa mengulang ujian lagi. Dan berbekal pengalaman yang sudah kita lalui tentu kita akan lebih memahami gambaran kondisi ujian yang sesungguhnya sehingga dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Model sertifikasi CGAP dengan cara ujian ini rupanya akan diubah oleh IIA mulai tahun 2019 dengan model baru yang disebut “assessment-based certificate program”. Katanya, proses sertifikasi yang akan dilalui dengan model baru tersebut akan terdiri dari:
  1. Penetapan kurikulum tertentu.
  2. Penyelenggaraan pelatihan berdasarkan kurikulum tersebut oleh IIA Global atau afiliasinya.
  3. Penyelenggaraan ujian sesuai kurikulum untuk menilai pencapaian peserta.
  4. Pemberian sertifikat kepada mereka yang lulus ujian.
Rincian teknisnya secara lengkap dari IIA belum tersedia. Bagi Anda yang berminat mendaftar sertifikasi CGAP tahun depan, terus pantau saja perkembangan informasinya dari IIA. Namun jika sudah tak sabar dan ingin ikut ujian di tahun 2018 ini, model tesnya masih seperti yang saya jalani.

# Ingin yang serius? kunjungi klikharso.com yaa...

You Might Also Like:

Comment policy: silakan berkomentar sesuai topik artikel. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar