suharso.net

follow us

Hikmah Kehilangan Dompet

Pernahkah Anda kehilangan dompet? Bagaimana perasaan Anda? Tentu tidak enak, bukan? Beberapa hari yang lalu saya mengalaminya sendiri. Setelah seharian bepergian ke mal di hari Sabtu, saya menghabiskan waktu hari Minggu sepenuhnya di rumah bersama keluarga. Saya baru menyadari dompet hilang pada malam harinya ketika ingin mengambil uang untuk beli sampo dan pembersih muka yang kebetulan habis. Saat itulah saya mulai mencari dompet saya. Rasanya ada yang aneh ketika dompet itu tak ditemukan di meja kerja ataupun di tas saya.

Meski sudah merenung panjang, saya tetap tak mampu mengingat kejadian terakhir saat saya memegang dompet itu. Setelah coba mencari ke sana kemari tak menemukannya juga, akhirnya saya pasrah. Saya menyimpulkan dompet itu telah hilang.

Seperti yang dilakukan kebanyakan orang, saya kemudian menelepon beberapa call center bank untuk memblokir semua kartu ATM yang turut hilang bersama dompet itu. Untuk memastikan saldo rekening aman, saya mengeceknya melalui internet banking. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa. Selesai sudah tindakan pengamanan rekening. Pekerjaan berikutnya yang menyebalkan dan menyita waktu adalah saya harus membuat laporan kehilangan ke kantor polisi dan berkeliling ke beberapa bank untuk mengurus kembali kartu-kartu yang hilang. Untungnya semua bisa diselesaikan dalam waktu satu hari. Beruntungnya lagi, tidak semua kartu saya turut hilang karena ada sebagian lainnya yang saya taruh di tempat kartu yang terpisah. Kalau semua hilang, urusannya mungkin bisa lebih panjang.

Meski sempat merasa kesal, entah kenapa kemudian saya bisa begitu ikhlas melepas kepergian dompet itu. Yang pasti, memang dompet itu tak banyak berisi uang. Hanya ada sekitar Rp300.000-an. Jadi, tidak rugi-rugi amat. Maklum kondisi keuangan yang tidak terlalu sehat memaksa dompet saya untuk berpuasa dan sering terlihat tipis. 

Selain itu, rasanya saya memperoleh hikmah dari kehilangan tersebut. Saya diingatkan untuk lebih berhati-hati. Selama ini saya termasuk orang yang tidak begitu peduli menaruh dompet. Kadang saya menaruhnya tergeletak entah di mana saja dan suka panik ketika saya tiba-tiba membutuhkannya. Sayangnya saya tidak kapok-kapok dengan hal seperti itu yang telah terjadi berulang kali. Setelah kehilangan kali ini, saya mendapat ultimatum keras dari istri. Akhirnya saya sadar, bahwa untuk urusan dompet pun saya perlu menjaga tertib administrasi, hehehe...

Saya juga merasakan adanya teguran dari Tuhan. Mungkin selama ini tak banyak amal jariah yang keluar dari dompet itu. Untuk sekedar berbagi dengan pengamen di bus pun kadang saya banyak pertimbangan. Karena itulah mungkin saya dipaksa mengeluarkannya. Teguran itu sekaligus mengingatkan, bahwa semua yang kita miliki adalah milik-Nya yang bisa diambil kapanpun juga. Saya masih bersyukur, Tuhan hanya memberikan sentilan kecil semacam itu. Itulah bukti kasih sayang Tuhan kepada kita, hamba-Nya. Betapa nestapanya seandainya saya diberi peringatan yang jauh lebih besar, atau bahkan sudah tak diingatkan lagi. Apa enaknya menjadi umat manusia yang tak lagi disayang Tuhan?

Nah, yang terakhir ini juga tidak kalah penting. Dompet yang hilang itu bentuknya sudah butut dan berbau tak karuan sehingga membuat saya sering tidak percaya diri untuk mengeluarkannya di muka umum, apalagi jika isinya sedang tipis. Orang yang menemukannya pun mungkin enggan memungutnya. Entahlah... Mungkin memang sudah waktunya saya mengganti dompet yang telah berusia tua itu. Hilang yang lama, beli yang baru! Ya Allah, Tuhan yang Mahakuasa, semoga saya jadi tambah percaya diri dan banyak rezeki!

Kira-kira model dompet seperti apa yang sekarang lagi keren ya?

You Might Also Like:

Comment policy: silakan berkomentar sesuai topik artikel. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar