Skip to main content
suharso.net

follow us

Yudisiumku dari Magister Akuntansi UI


Hari ini (Selasa, 31/01/2017), hari terakhir bulan Januari, terdapat momen yang patut untuk saya kenang. Pasalnya, hari ini Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menggelar acara yudisium semester gasal 2016/2017 dan saya menjadi salah satu pesertanya. Yudisium merupakan proses akademik yang menyatakan bahwa seorang mahasiswa telah memenuhi persyaratan untuk dinyatakan lulus dari studi yang ditempuhnya.

Bagi saya yang telah menyelesaikan proses kuliah dan tesis pada program studi Magister Akuntansi FEB UI selama hampir 1,5 tahun, yudisium adalah proses yang amat dinantikan.


Acara yudisium FEB UI kali ini dilaksanakan di Auditorium R. Soerja Atmadja FEB UI Depok. Acara terbagi menjadi dua sesi yaitu sesi pagi dan siang. Program studi yang saya ambil masuk dalam acara sesi pagi dan dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB. Mengingat rumah saya yang jauh dari kampus UI Depok dan saya masih menjadi pengguna setia transportasi umum maka saya niatkan berangkat dari rumah pukul 05.00 WIB. Benar-benar semangat pagi!

Setelah registrasi, saya memasuki ruang yudisium. Rupanya ruangan itu sudah ramai. Banyak kawan yang jepret sana jepret sini mengabadikan momen dengan mengambil berbagai latar. Sayangnya, ponsel dan muka saya bersepakat tak menghasilkan foto yang bagus.

Setelah sekian menit menunggu, akhirnya tiba pula saat dimulainya acara yudisium. Dekan FEB UI diiringi para wakil dekan, para pimpinan departemen dan program studi memasuki ruangan. Kumandang lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan secara bersama menjadi pembuka acara tersebut. Suasana ruang yudisium yang semula riuh berubah menjadi khidmat. Acara lalu dilanjutkan dengan pembacaan doa, laporan wakil dekan, sambutan dekan, dan yang menjadi inti acara adalah pembacaan pernyataan yudisium oleh pimpinan departemen dan program studi. Masing-masing mahasiswa dibacakan nama berikut predikat yang diperolehnya.

Alhamdulillah, sejak hari ini saya resmi menyandang gelar Magister Akuntansi setelah melalui perjuangan kuliah yang tertatih-tatih. Maklum, kuliah S2 setelah lama bekerja dan status tak sendiri lagi ternyata memang beda dengan masa kuliah D3 dan D4 saya dulu. Rasanya lebih berat. Entah karena otak sudah lelah atau karena sudah lupa cara berpikir akademis. Bersyukurnya, meski dengan perjuangan berat, saya masih bisa memperoleh predikat cum laude seperti yang pernah saya raih semasa D3 dan D4 di STAN dulu.

Bangga tentunya, tapi saya tak ingin terlena dengan gelar dan predikat itu. Toh keduanya hanyalah rekaman perjalanan yang telah lewat dan tak lepas dari kemurahan Sang Mahakuasa. Masa depan akan tergantung pada apa yang bisa saya perbuat dan saya hasilkan nanti pasca kelulusan ini.

***

Tiba-tiba jadi teringat ibu saya.
Mak'eee... Anakmu sing biyen cilik methisil kae, saiki resmi dadi Magister.
Alhamdulillah, Gusti Allah ngijabahi pandongamu.
Saiki jenengku yen ditulis dadi ketok luwih dawa.
Ngene iki: Suharso, S.S.T., M.Ak., CIA, CCSA.
Ora usah takon artine apa ya Mak! Ora penting!
Pokoke anakmu dadi ketok luwih pinter, ngono wae gampange.
Ya kaya yen tunggu manuk neng sawah kae lho Mak.
Jenengku tak gawe dawa ben iso nggo medeni manuk emprit sing padha seneng nyolong pari.
Aku isih kelingan, biyen jaman SD aku mbok weruhi gelar mentri sing dawa-dawa.
Terus aku mbok kudang, "Anakku lanang sing bagus dhewe... mbesuk dadio wong sing migunani ya lee, koyo pak mentri kuwi!"
Aja pedhot pandongamu ya Mak...
Ada yang menetes dari mata saya...

You Might Also Like:

Comment policy: silakan berkomentar sesuai topik artikel. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar